Don't ask why I write this story.This story is similar to what happened to me now.. But I don't want my own story to end like this :(
Rachel adalah seorang gadis tomboy, enerjik, berpenampilan cuek dan penuh inisiatif. Sementara Farrel,
pemuda tampan, kreatif dan apa adanya. Keduanya berteman dan tumbuh
bersama sejak kecil. Rachel dan Farel saling mengisi satu sama lain, tak
ada Rachel tanpa Farel dan begitu pun sebaliknya. Kebersamaan mereka
selalu dipenuhi dengan keceriaan dan kebahagiaan, hingga keduanya
beranjak dewasa. Rachel dan Farel menyebut hubungan mereka sebagai
persahabatan.
Suatu
hari di sebuah kios buku sederhana, Farel bertemu dan berkenalan dengan
Luna, seorang penulis komik muda, cantik, anggun dan
feminim. Komik yang ia tulis tentang seorang peri kesepian yang sedang
menanti kematiannya. Pada pandangan pertama, Farel jatuh cinta pada
Luna. Hal ini ia ceritakan pada Rachel, bahwa ia telah bertemu dengan
gadis impiannya yang selama ini ia cari.
Sebagai
seorang sahabat, Rachel tidak bisa berbuat lain kecuali mendukung
kebahagiaan Farel dan sebisa mungkin mewujudkan keinginan Farel untuk
menjadikan Luna sebagai kekasihnya. Di dalam usahanya, tiba-tiba Rachel
merasakan perasaan yang selama ini tidak pernah ia rasakan di hatinya
yaitu cemburu. Hal ini bertolak belakang dengan kegigihan Rachel
menolong Farel untuk mendapatkan Luna. Berada di dua sisi inilah yang
membuat Rachel goyah akan identitas dirinya. Pelan-pelan Rachel mulai
merubah penampilan tomboinya menjadi lebih feminim. Dalam bawah
sadarnya, Rachel ingin menarik perhatian Farel karena ia takut
kehilangan Farel.
Ada
sesuatu yang tersembunyi dan misterius dalam diri Luna yang membuat ia
tidak dapat menerima cinta Farel, tapi dengan usaha dan kegigihan Rachel
untuk meyakinkan Luna bahwa Farel mencintai Luna dengan tulus dan apa
adanya, akhirnya Luna mau menjadi kekasih Farel.
Kehidupan
Luna dan Farel tiba-tiba menjadi baru dan penuh keindahan, tapi
bersamaan dengan itu Rachel tenggelam dalam kesepiannya. Rachel selalu
berkata pada Farel bahwa ia baik-baik saja bahkan kini ia memiliki
kekasih yang sangat mencintainya. Padahal itu hanya sebuah karangan
Rachel untuk menutupi kegetiran hatinya.
Di
tengah kebahagiaan Luna dan Farel, tanpa sengaja Rachel melihat
keduanya sedang berkencan. Api cemburu membakar hatinya,
Rachel menjadi gelap mata lalu berlari tak tahu arah hingga terjadi
kecelakaan. Rachel terjatuh dari tebing di sebuah hutan sehingga membuat
kakinya harus diamputasi.
Saat
yang bersamaan, di puncak kebahagiaan cinta Luna dengan Farel, Luna
tiba-tiba muntah darah. Luna dan Rachel masuk
dan dirawat di rumah sakit yang sama. Di sini Rachel melihat betapa
besar cinta Farel pada Luna hingga keduanya tidak bisa dipisahkan. Farel
lebih memilih menemani Luna daripada Rachel. Rachel yang patah hati
akhirnya memilih menolak amputasi dengan segala resikonya.
Di
saat yang sama Rachel melihat masa kritis Luna yang sedang memerlukan
donor hati karena sirosis yang diderita Luna. Rachel memutuskan
kesediaan mendonorkan hatinya untuk Lunna. Akhirnya Rachel meninggal.
Farrel
dan Lunna menikah, dan saat mereka bermain ditempat Farrel dan Rachael
biasa bermain, Farrel naik keatas rumah pohon yang dibuatnya dengan
Rachael dan terkejut ketika mendapati tulisan “Rachael love Farrel”
disana. Farrel pun baru sadar bahwa Rachael menyukainya sejak kecil.
Film
diakhiri saat Farrel menangis diatas rumah pohon itu, selagi suara
Rachael menarasikan dialog terakhir dari filem, bahwa dengan mendonorkan
hatinya pada Lunna, Rachael bisa terus hidup sebagai hati yang peduli
terhadap Farrel.