no matter how much life is sucking, your awesome friends can make you laugh

Water

“Water has no taste, no color, no odor; it cannot be defined, art relished while ever mysterious. Not necessary to life, but rather life itself. It fills us with a gratification that exceeds the delight of the senses.”

Best House

Go to nature, My lovely shining fragile broken house is filled with flowers and founded on a rock.

Nature

Climb the mountains and get their good tidings. Nature's peace will flow into you as sunshine flows into trees. The winds will blow their own freshness into you, and the storms their energy, while cares will drop off like autumn leaves.

Subhanallah

I thank you Allah for this most amazing day, for the leaping greenly spirits of trees, and for the blue dream of sky and for everything which is natural, which is infinite.

Natural Disaster

Rising sea levels, severe draughts, the melting of the polar caps, the more frequent and devastating natural disasters all raise demand for humanitarian assistance and disaster relief.

Rabu, 27 Februari 2013

Heart Story

Don't ask why I write this story.This story is similar to what happened to me now.. But I don't want my own story to end like this :(

Rachel  adalah seorang gadis tomboy, enerjik, berpenampilan cuek dan penuh inisiatif. Sementara Farrel, pemuda tampan, kreatif dan apa adanya. Keduanya berteman dan tumbuh bersama sejak kecil. Rachel dan Farel saling mengisi satu sama lain, tak ada Rachel tanpa Farel dan begitu pun sebaliknya. Kebersamaan mereka selalu dipenuhi dengan keceriaan dan kebahagiaan, hingga keduanya beranjak dewasa. Rachel dan Farel menyebut hubungan mereka sebagai persahabatan.
Suatu hari di sebuah kios buku sederhana, Farel bertemu dan berkenalan dengan Luna, seorang penulis komik muda, cantik, anggun dan feminim. Komik yang ia tulis tentang seorang peri kesepian yang sedang menanti kematiannya. Pada pandangan pertama, Farel jatuh cinta pada Luna. Hal ini ia ceritakan pada Rachel, bahwa ia telah bertemu dengan gadis impiannya yang selama ini ia cari.
Sebagai seorang sahabat, Rachel tidak bisa berbuat lain kecuali mendukung kebahagiaan Farel dan sebisa mungkin mewujudkan keinginan Farel untuk menjadikan Luna sebagai kekasihnya. Di dalam usahanya, tiba-tiba Rachel merasakan perasaan yang selama ini tidak pernah ia rasakan di hatinya yaitu cemburu. Hal ini bertolak belakang dengan kegigihan Rachel menolong Farel untuk mendapatkan Luna. Berada di dua sisi inilah yang membuat Rachel goyah akan identitas dirinya. Pelan-pelan Rachel mulai merubah penampilan tomboinya menjadi lebih feminim. Dalam bawah sadarnya, Rachel ingin menarik perhatian Farel karena ia takut kehilangan Farel.
Ada sesuatu yang tersembunyi dan misterius dalam diri Luna yang membuat ia tidak dapat menerima cinta Farel, tapi dengan usaha dan kegigihan Rachel untuk meyakinkan Luna bahwa Farel mencintai Luna dengan tulus dan apa adanya, akhirnya Luna mau menjadi kekasih Farel.
Kehidupan Luna dan Farel tiba-tiba menjadi baru dan penuh keindahan, tapi bersamaan dengan itu Rachel tenggelam dalam kesepiannya. Rachel selalu berkata pada Farel bahwa ia baik-baik saja bahkan kini ia memiliki kekasih yang sangat mencintainya. Padahal itu hanya sebuah karangan Rachel untuk menutupi kegetiran hatinya.
Di tengah kebahagiaan Luna dan Farel, tanpa sengaja Rachel melihat keduanya sedang berkencan. Api cemburu membakar hatinya, Rachel menjadi gelap mata lalu berlari tak tahu arah hingga terjadi kecelakaan. Rachel terjatuh dari tebing di sebuah hutan sehingga membuat kakinya harus diamputasi.
Saat yang bersamaan, di puncak kebahagiaan cinta Luna dengan Farel, Luna tiba-tiba muntah darah. Luna dan Rachel masuk dan dirawat di rumah sakit yang sama. Di sini Rachel melihat betapa besar cinta Farel pada Luna hingga keduanya tidak bisa dipisahkan. Farel lebih memilih menemani Luna daripada Rachel. Rachel yang patah hati akhirnya memilih menolak amputasi dengan segala resikonya.
Di saat yang sama Rachel melihat masa kritis Luna yang sedang memerlukan donor hati karena sirosis yang diderita Luna. Rachel memutuskan kesediaan mendonorkan hatinya untuk Lunna. Akhirnya Rachel meninggal.
Farrel dan Lunna menikah, dan saat mereka bermain ditempat Farrel dan Rachael biasa bermain, Farrel naik keatas rumah pohon yang dibuatnya dengan Rachael dan terkejut ketika mendapati tulisan “Rachael love Farrel” disana. Farrel pun baru sadar bahwa Rachael menyukainya sejak kecil.
Film diakhiri saat Farrel menangis diatas rumah pohon itu, selagi suara Rachael menarasikan dialog terakhir dari filem, bahwa dengan mendonorkan hatinya pada Lunna, Rachael bisa terus hidup sebagai hati yang peduli terhadap Farrel.

Selasa, 26 Februari 2013

We're Back !!

Hola Sista and Brada !!
Setelah sekitar 7 bulan kita (uss, nully, dinto, fuad) berada di kelas berbeda, kumpul lagi nih!
Awal mulanya gara2 kita menang lomba "Frame Of Friendship" majalah BIAS. Ini dia fotonya >>

Aldinto, Fuad, Ushy, Nully
Keren kan?? Udah bakat model sih #plak
Ini foto diambil gak sengaja alias gak sadar sama Aldi, adeknya Nully. Iseng dikirimin eh ternyata menang :) Foto kita dimuat di majalah BIAS sebagai second winner Frame Of Friendship
Waktu hadiahnya udah cair, langsung deh wisata kuliner bareng. Mulai dari foodcourt Madiun Plaza sampek Kedai Korea. Kenyangkenyang :3

Seperti biasa, taklupa takepic dulu! Haha







Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites