no matter how much life is sucking, your awesome friends can make you laugh

Rabu, 27 Februari 2013

Heart Story

Don't ask why I write this story.This story is similar to what happened to me now.. But I don't want my own story to end like this :(

Rachel  adalah seorang gadis tomboy, enerjik, berpenampilan cuek dan penuh inisiatif. Sementara Farrel, pemuda tampan, kreatif dan apa adanya. Keduanya berteman dan tumbuh bersama sejak kecil. Rachel dan Farel saling mengisi satu sama lain, tak ada Rachel tanpa Farel dan begitu pun sebaliknya. Kebersamaan mereka selalu dipenuhi dengan keceriaan dan kebahagiaan, hingga keduanya beranjak dewasa. Rachel dan Farel menyebut hubungan mereka sebagai persahabatan.
Suatu hari di sebuah kios buku sederhana, Farel bertemu dan berkenalan dengan Luna, seorang penulis komik muda, cantik, anggun dan feminim. Komik yang ia tulis tentang seorang peri kesepian yang sedang menanti kematiannya. Pada pandangan pertama, Farel jatuh cinta pada Luna. Hal ini ia ceritakan pada Rachel, bahwa ia telah bertemu dengan gadis impiannya yang selama ini ia cari.
Sebagai seorang sahabat, Rachel tidak bisa berbuat lain kecuali mendukung kebahagiaan Farel dan sebisa mungkin mewujudkan keinginan Farel untuk menjadikan Luna sebagai kekasihnya. Di dalam usahanya, tiba-tiba Rachel merasakan perasaan yang selama ini tidak pernah ia rasakan di hatinya yaitu cemburu. Hal ini bertolak belakang dengan kegigihan Rachel menolong Farel untuk mendapatkan Luna. Berada di dua sisi inilah yang membuat Rachel goyah akan identitas dirinya. Pelan-pelan Rachel mulai merubah penampilan tomboinya menjadi lebih feminim. Dalam bawah sadarnya, Rachel ingin menarik perhatian Farel karena ia takut kehilangan Farel.
Ada sesuatu yang tersembunyi dan misterius dalam diri Luna yang membuat ia tidak dapat menerima cinta Farel, tapi dengan usaha dan kegigihan Rachel untuk meyakinkan Luna bahwa Farel mencintai Luna dengan tulus dan apa adanya, akhirnya Luna mau menjadi kekasih Farel.
Kehidupan Luna dan Farel tiba-tiba menjadi baru dan penuh keindahan, tapi bersamaan dengan itu Rachel tenggelam dalam kesepiannya. Rachel selalu berkata pada Farel bahwa ia baik-baik saja bahkan kini ia memiliki kekasih yang sangat mencintainya. Padahal itu hanya sebuah karangan Rachel untuk menutupi kegetiran hatinya.
Di tengah kebahagiaan Luna dan Farel, tanpa sengaja Rachel melihat keduanya sedang berkencan. Api cemburu membakar hatinya, Rachel menjadi gelap mata lalu berlari tak tahu arah hingga terjadi kecelakaan. Rachel terjatuh dari tebing di sebuah hutan sehingga membuat kakinya harus diamputasi.
Saat yang bersamaan, di puncak kebahagiaan cinta Luna dengan Farel, Luna tiba-tiba muntah darah. Luna dan Rachel masuk dan dirawat di rumah sakit yang sama. Di sini Rachel melihat betapa besar cinta Farel pada Luna hingga keduanya tidak bisa dipisahkan. Farel lebih memilih menemani Luna daripada Rachel. Rachel yang patah hati akhirnya memilih menolak amputasi dengan segala resikonya.
Di saat yang sama Rachel melihat masa kritis Luna yang sedang memerlukan donor hati karena sirosis yang diderita Luna. Rachel memutuskan kesediaan mendonorkan hatinya untuk Lunna. Akhirnya Rachel meninggal.
Farrel dan Lunna menikah, dan saat mereka bermain ditempat Farrel dan Rachael biasa bermain, Farrel naik keatas rumah pohon yang dibuatnya dengan Rachael dan terkejut ketika mendapati tulisan “Rachael love Farrel” disana. Farrel pun baru sadar bahwa Rachael menyukainya sejak kecil.
Film diakhiri saat Farrel menangis diatas rumah pohon itu, selagi suara Rachael menarasikan dialog terakhir dari filem, bahwa dengan mendonorkan hatinya pada Lunna, Rachael bisa terus hidup sebagai hati yang peduli terhadap Farrel.

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites