Banyak buku buku yang mengajarkan kita untuk berfikir positif dalam menjalani hidup ini, kita ambil contoh buku "The Power of Positif Thinking" karya Norman Vincent Peale. Tapi ada juga buku yang mengajarkan kita untuk berfikir negatif seperti "Only Paranoid Survive" yang ditulis oleh mantan CEO Intel, Andy Grove. Selain kedua jenis buku yang saling berseberangan tersebut, ada juga buku yang mengajarkan kita untuk berfikir realistis seperti buku "Get Real" yang ditulis oleh Andrew Tani.
Paradox 3 hal ini menimbulkan pertanyaan. Jadi dalam menjalani hidup ini, kita sebenarnya harus gimana sih ? apakah harus menjalani hidup ini dengan berfikir positif, berfikir negatif atau berfikir realistis ?
Kalau kita menjalani hidup ini dengan hanya berfikir positif, sepertinya agak aneh, karena banyak hal hal negatif yang benar benar terjadi dalam hidup ini. Dan dengan terus berfikir posifif membuat kita tidak siap untuk menghadapi hal hal negatif tersebut. Menjalani hidup dengan hanya berfikir negatif, rasanya juga kurang pas. Memang kita jadi lebih siap menghadapi hal hal yang terjadi, tapi kok hidup mikirnya negatif terus, sepertinya tidak punya pengharapan, kan dalam hidup kita harus berfikir positif juga kan?
Kalu begitu apakah jawabanya berfikir realistis ? kalau memang keadaan positif, ya katakan positif dan kalau keadaan negatif, ya katakan negatif…
Membutuhkan waktu yang lama saya merenungkan pertanyaan tersebut diatas dan akhirnya saya menemukan jawabannya dalam sebuah artikel mengenai permainan catur. Disana tertulis kutipan kata-kata Jeremi Silman yang juga merupakan penulis buku "Amateur's Mind". Ia mengatakan :
“seorang pemain amatir biasanya hanya berfikir positif atau negatif dalam menghadapi lawan lawannya dan itu adalah sebuah kesalahan, ketika dia berfikir positif padahal posisinya tidak, maka dia akan terlalu banyak menyerang sehingga akan mudah dikalahkan. Dan ketika dia berfikir negatif padahal posisinya tidak, maka dia akan terlalu banyak bertahan dan akhirnya akan mudah dikalahkan juga. Seorang pemain catur yang baik harus berfikir realistis tentang posisinya dan kemudian melakukan langkah langkah yang diperlukan sesuai dengan posisinya”.
Woww, benar benar sebuah pernyataan yang membuka mata saya. Bukankah seorang amatir biasanya hanya berfikir positif dan negatif dalam hidup ini. Ketika dia menderita penyakit yang berat, biasanya dia akan berfikir positif dan berkata “Tuhan akan menyembuhkanku, Tuhan tidak pernah meninggalkanku dan tidak ada yang mustahil bagi Tuhan”, tanpa dia melakukan usaha yang diperlukan untuk menyembuhkan penyakitnya sehingga penyakitnya tidak sembuh sembuh. Atau dia bisa berfikir negatif dan berkata “memang sudah takdirku menderita penyakit ini, aku hanya bisa pasrah karena ini adalah yang terbaik”, dan dia juga tidak melakukan apa apa untuk mendapatkan kesembuhan sehingga penyakitnya juga tidak sembuh.
Atau dalam kasus lain lagi, dia mendapatkan PHK karena krisis global yang melanda dunia. Seorang amatir yang hanya berfikir positif akan berkata “walaupun krisis melanda, walaupun banyak orang susah mendapatkan pekerjaan, tapi Tuhan akan menolongku mendapatkan pekerjaan yang aku inginkan” tanpa dia menganalisa pekerjaan macam apa yang dibutuhkan dan berusaha keras untuk mendapatkan pekerjaan sehingga selama bertahun tahun dia tidak juga mendapatkan pekerjaan. Sedangkan seorang amatir yang hanya berfikir negatif hanya berkata “Ya, mau apa lagi, namanya juga lagi krisis, banyak orang yang di PHK dan susah mendapatkan pekerjaan, jadi ya tunggu saja sampai keadaan membaik”, dengan cara berfikir seperti ini tentu saja dia juga tidak akan mendapatkan pekerjaan.
Jadi apakah jawabannya berfikir realistis seperti yang disarankan oleh Jeremy Silman dan penulis penulis yang lain?? Menurut saya Jeremy Silman kurang lengkap, karena kalau kita hanya berfikir realistis dalam menghadapi hidup ini maka kita akan merasa kecil hati ketika menyadari bahwa keadaan tidak begitu baik dan kita akan merasa sombong ketika mendapati keadaan luar biasa baik. Dan ketika kita merasa sombong maka keadaan bisa berbalik menghantam kita.
Akhirnya setelah melalui perenungan yang dalam kesimpulannya adalah seperti ini :
“Berfikirlah reallistis dalam menghadapi hidup, dan ketika kita mendapati keadaan kita dalam posisi negatif, berfikirlah positif supaya kita mempunyai pengharapan dan bisa mengubah keadaan negatif tadi menjadi positif. Tapi ketika kita mendapati keadaan kita positif, barengilah dengan berfikir negatif supaya kita tidak terlalu percaya diri dan sombong, sehingga keadaan yang sudah positif dapat terjaga dan tidak berbalik menjadi negatif”
Demikianlah pendapat saya….apakah anda setuju ?
















