no matter how much life is sucking, your awesome friends can make you laugh

Water

“Water has no taste, no color, no odor; it cannot be defined, art relished while ever mysterious. Not necessary to life, but rather life itself. It fills us with a gratification that exceeds the delight of the senses.”

Best House

Go to nature, My lovely shining fragile broken house is filled with flowers and founded on a rock.

Nature

Climb the mountains and get their good tidings. Nature's peace will flow into you as sunshine flows into trees. The winds will blow their own freshness into you, and the storms their energy, while cares will drop off like autumn leaves.

Subhanallah

I thank you Allah for this most amazing day, for the leaping greenly spirits of trees, and for the blue dream of sky and for everything which is natural, which is infinite.

Natural Disaster

Rising sea levels, severe draughts, the melting of the polar caps, the more frequent and devastating natural disasters all raise demand for humanitarian assistance and disaster relief.

Senin, 29 Juli 2013

My Document Keeper - Moment2 Penting Selama 17 Tahun

Liburan dan gak ada kerjaan, tiba-tiba iseng membuka lemari dan mata tertuju kepada suatu benda berwana kuning di rak bawah. Itu adalah "Document Keeper" berisi semua dokumen pribadi saya selama 17 tahun, dan mulailah saya membuka lembar pertama berisi....

Dokumen 1 : "Akta Kelahiran"

Madiun, 22 Juni 1996 pukul 18.15. Aku mulai mengirup udara dengan hidungku sendiri.
"Annisa'ush Shafiyah Azzahrah" diambil dari bahasa Arab berarti wanita berhati suci seperti bunga. Ayah yang membuatkan untukku, sulit sekali ejaannya! ya, aku yang punya nama pun merasa kesulitan. 
"Dulu ayah mempersiapkan ini jauh-jauh hari, memang sulit, ayah akui, karena nama ini dari ejaan arab. Yang jelas ayah senang sekali saat kamu terlahir dan ayah berharap kamu menjadi seperti namamu kelak" 
kata-kata yang dilontarkan ayah menggelitik hatiku dan membuatku enggan untuk protes lagi. 

Dokumen 2 : "Siswa Berprestasi TK Bakti Winongo"

Madiun, Januari, 2002. Menjadi anak pertama dan satu-satunya adalah faktor utama aku memperoleh sertifikat ini. Karena kerja keras ibu aku bisa membaca, menulis, bahkan mengaji saat aku berumur 4 tahun. Karena kebutulan ibu juga seorang guru TK maka ibu mengerti bagaimana mengasah motorik halus, kasar dan entah apa itu namanya *bahasa guru TK*, membiarkan aku mencoret-coret di sembarang tempat (bahkan tembok rumah menjadi kanvasku waktu itu), bermain pasir dan lumpur, menggunting kertas, dan bermain air. Dan hasilnya ketika aku masuk TK aku sudah lihai dengan hal-hal tersebut, mulai membaca, menulis, mengaji, mewarnai, mencocok, kolase, mengecap, dsb. Dan inilah sertifikat dan trophy pertama yang aku punya.

Dokumen 3 : "SKTB TK Bakti Winongo"

Madiun, Juni, 2002. Surat kelulusan pertamaku. 1,5 tahun cukup untuk menyudahi sekolah di TK. Teman-teman yang masih aku ingat, entah sekarang mereka ada dimana. Maya sahabat kecilku, Mawar yang paling cantik dan endel di kelas, Aat si cowok cool yang jago menggambar, Shintya yang selalu jadi lead dance waktu menari, dan banyak lainya. Dan 1 kejadian yang masih hangat di pikiranku yaitu ketika aku jatuh dari selucuran setinggi 3 meter yang membuat kepalaku bocor dan harus dilarikan ke UGD, membawa bekas luka petal di kepalaku sampai sekarang. 

Dulu, ibu selalu mengeluh karena aku terlalu manja dan cengeng. Mungking karena seharian penuh waktuku dihabiskan bersama ibu membuatku kesulitan untuk mandiri. Dan karena itulah aku masuk di MIT Bakti Ibu, satu-satunya sekolah "full day school" di Madiun, membuat waktuku lebih banyak tersita bersama teman-teman dan guru di sekolah dibandingkan dengan ibu di rumah.

Dokumen 4 : "Sertifikat Peserta Lomba Menggambar TELKOM"

Madiun, September 2002. Lomba pertama yang aku ikuti di jenjang Sekolah Dasar. Aku masih ingat waktu itu aku menangis gara-gara lupa membawa meja gambar, akhirnya ayah harus balik lagi ke rumah untuk membawakanku meja. Meskipun tidak menang, aku senang sekali waktu itu membawa pulang snack, marchandise, dan sebuah sertifikat "peserta"

Dokumen 5 : "Sertifikat Sempoa Buah Hati"

Bandung, Juni 2003. Aku lulus dari sempoa, dan itulah bekal aritmatika-ku sampai sekarang. Yaah, meskipun sekarang aku payah matematika. Tapi dalam urusan tambah, kurang, kali, bagi, aku masih menggunakan sempoa. Kadang karena angkanya yang rumit, sampai sekarang aku masih menggerak-gerakkan tanganku di depan wajah seolah-olah aku sedang menghitung dengan sempoa.

Dokumen 6 : "Piagam Penghargaan Jambore Nasional ke-3"

Yogyakarta, Agustus 2004. Kemah pertamaku, 3 hari berada jauh dengan orang tua bukan waktu yang singkat. Berangkat dengan 19 temanku lainya untuk mewakili sekolah mengikuti Jambore Nasional. 3 hari itu seperti latihan militer, capek sekali. Dan syukurlah kami membawa pulang 1 piala untuk sekolah "Juara 3 Pentas Seni"

Dokumen 7 : "Piagam Peserta - Pelatihan Sukses Menjadi Anak Muslim"

Madiun, Oktober 2005. 2 Hari mengikuti pelatihan bersama teman-teman sekolah islam lainya. Samar-samar memori ini, yang aku ingat hanya ketika aku hampir tenggelam di sungai waktu out bond di hari kedua.

Dokumen 8 : "Piagam Juara II Cerdas-Cermat Kota Madiun"

Madiun, Januari 2006. Lomba CC kedua yang aku ikuti, yang pertama dulu gugur di babak penyisihan. 1 tim bersama Fahmi (mahasiswa ITS sekarang) dan Aisyah (siswi SMA 3 sekarang). Yang paling menengangkan adalah saat babak final melawan tim dari MI Islamiyah dan MI Fathul Ulum. Syukurlah, meskipun tidak juara 1 tapi aku membawa pulang piagam dan thropy juara 2.

Dokumen 9 : "Sertifikat sebagai Kader Tiwisada Kota Madiun"

Madiun, Maret 2006. 2 Hari mengikuti pelatihan kader Tiwisada di Dinas Kesehatan. Aku dan 2 orang kakak kelasku mewakili sekolah untuk dilatih menjadi "Dokter Kecil". Disana aku diajari tentang kesehatan tubuh dan lingkungan, diberi materi tentang gizi dan penyakit, diajari bagaimana menggunakan tensi, stetoskop, mengukur tinggi dan berat badan dan masih banyak yang lainya. Waah, kalau ingat kaya gini jadi kangen pelajaran IPA, haha :D


bersambung ...

Rabu, 24 Juli 2013

Sepotong Rindu

Taraaaaaaaa, akhirnya saya kembali menulis. Entahlah sudah berapa ribu tahun saya tak berkunjung ke blog ini, halah ..

Kenapa kemaren lama hilang ? Ya namanya juga malas, kebanyakan niatnya aja tiap hari mau nulis tapi ga pernah di lakuin. Hehehe

Syukurlah kalo hari ini saya bisa balik nulis lagi. Tapi kali ini nulisnya bukan cuman karena niat, soalnya ada setitik rindu dengan teman-teman lama dan yang juga akan saya rindukan, teman-teman SMA.. 

Saya rindu dengan semua teman-teman saya, entahlah mereka rindu apa enggak sama saya? .__.


Awal mulanya saya gak sengaja mendengar lagunya Project Pop “Ingatlah hari ini”. Seenggaknya kalian pasti pernah dengar kan sama lagu ini. Iya kan?

Dan ada satu lirik yang buat hati saya luluh “jika kita tua nanti tlah hidup masing-masing, ingatlah hari ini” 

Sebenarnya yang lebih saya pikirin adalah kata “tua”nya sih daripada kalimat “ingatlah hari ini”

Saya sebagai siswa kelas akhir (tahun terakhir menjadi siswa) sambil menunggu masa masa mengerikan kelas XII, saya sempat mikir kalo ternyata sudah banyak juga ya teman-teman saya dan syukurnya sih masih ada yang mau saya jadiin teman. Alhamdulillah...

Mulai dari teman sepermainan waktu kecil, teman TK, SD, SMP, sampai sekarang teman SMA. Mereka itu teman, iya, teman.. 

Belum lagi teman di hukum bareng, teman ga ngerjain tugas bareng, dan temen-temen lainya.. Orang-orangnya bikin saya kangen, tapi yang lebih ngangenin itu moment yang di lakuin bareng mereka.

Saya kangen main pasaran bareng, main bongkar pasang, main permainan gak penting bareng, nyontek PR , kumpul-kumpul, cerita bareng. Bahkan saya juga kangen momen waktu saya buat teman saya nangis atau kelahi. Gini-gini saya pernah kelahi loh. Haha

Iya, tanpa semua moment itu mungkin kangen yang saya rasain ga ada artinya. Kalo kangen gini ya cuma bisa diam, bernostalgia menuju masa lalu, mengingat masa-masa SMA yang gak terasa sudah 2 tahun berjalan.. 

Saya ga habis pikir kalo nanti beberapa tahun kedepan mungkin saya bakal melihat teman saya yang dulu kelahi dengan saya akan berada di pelaminan dengan pasangannya, ciee..
.. atau teman yang dulunya sering kejar-kejaran bareng bakal sudah sukses dengan cita-citannya, aminn..
.. atau juga teman saya nyontek PR bareng mungkin nanti jadi seorang yang di kenal banyak orang..
.. atau mungkin sudah ada yang menimang seorang bayi, waah.. 
Itu sih nanti, tapi pasti terjadi.

Untuk sekarang sih saya gak mau kalah nantinya untuk bisa bersaing sukses dengan mereka.
Ya,semoga saja dunia sudah mempersiapkan semuanya untuk saya dan teman-teman saya akan bertemu. Memang sih ga bakal bisa ngulangin masa-masa waktu kecil dulu sampek detik ini, tapi setidaknya bertegur sapa, bertukar cerita, berbagi pengalaman dan saling melepas rasa rindu. Pasti semuanya akan terbayar.

Teman-teman saya yang sekarang, teman-teman yang sekarang sudah terpisah oleh jarak, entah sekarang lagi dimana dan sedang apa kalian saat saya menulis ini, saya harap kalian di sana baik-baik dan tetap sehat, ketahuilah ada sepotong kecil rindu untuk kalian.
Mungkin untuk sekarang, tidak bisa ketemu.. Tapi nanti, pasti.
Mungkin hanya semangat dan doa yang bisa saya berikan buat kalian sekarang ini.

Sadarilah kangennya mantan dan kangennya pacar itu beda loh sama kangennya teman :D

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites