no matter how much life is sucking, your awesome friends can make you laugh

Senin, 10 Juni 2013

bukan masa lalu, bukan masa depan, HARI INI

Beberapa bulan terakhir seringkali aku mengeluh tentang hidup, tentang hari ini, tentang semua kesulitan yang sedang aku hadapi saat ini. 
Entahlah, mungkin aku terlalu fokus dengan hal-hal yang gagal aku raih, atau mungkin terlalu memikirkan masa depan yang datangnya pun sebenarnya masih lama. Heran, kenapa ya manusia ini suka sekali antara berharap pada masa depan, atau terjebak masa lalu? Jarang sekali rasanya kita bener-bener menikmati hari ini. 

Apa aku kurang bersyukur? 
Entahlah, apa pula definisi syukur itu aku belum terlalu paham. Rasanya kalau bersyukur itu terkadang membangun kesan bahwa aku masih selamat dari malapetaka. Seperti, 

“Syukurlah aku masih bisa senang hari ini, karena mungkin saja besok aku sedih.”

Sedangkan memang begitulah hidup, senang sedih, berdua akan selalu berdampingan. Keduanya harus kita jalani dengan penuh kesadaran. Tapi tentunya itu sulit. Kesadaran penuh. Sangatlah sulit. Apalagi menyadari bahwa senang ataupun sedih, yang riil hanya saat ini.

Apapun itu rasa yang kita alami, dia hadir di saat ini. Lupakan apa yang ada di pikiran, yang mencoba membawa ke masa depan, ke masa lalu, untuk menghindar saat ini.

Yang nyata adalah yang ada di depan mata. Yang nyata adalah saat ini.

Itulah satu kesadaran yang mendadak menghampiriku saat sedang melamun memandang langit yang tanpa batas. Tingginya yang tak berbatas. Indah sekali rasanya dibuai ketidakmungkinan itu, menjadi suatu kesatuan yang tak terbatas.

Di saat itulah aku menyadari bahwa semua yang ada adalah yang terbaik. Bahwa keindahan selalu hadir dalam kesatuan tak berbatas, bersamaan dengan kehancuran. Keduanya ada menjelma dalam suatu keseimbangan, dan di titik seimbang itulah ketenangan ada.

Apakah ia suatu tempat, mungkin. Suatu rasa, mungkin juga. Aku lupa. Apapun bentuknya, kehadirannya tak pernah lama. Hanya sekejap, bahkan kehadirannya ironisnya tak bisa disadari.

Dan aku sadar, meskipun hanya sekejap, sepatutnya aku bersyukur..

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites