no matter how much life is sucking, your awesome friends can make you laugh

Senin, 29 Juli 2013

My Document Keeper - Moment2 Penting Selama 17 Tahun

Liburan dan gak ada kerjaan, tiba-tiba iseng membuka lemari dan mata tertuju kepada suatu benda berwana kuning di rak bawah. Itu adalah "Document Keeper" berisi semua dokumen pribadi saya selama 17 tahun, dan mulailah saya membuka lembar pertama berisi....

Dokumen 1 : "Akta Kelahiran"

Madiun, 22 Juni 1996 pukul 18.15. Aku mulai mengirup udara dengan hidungku sendiri.
"Annisa'ush Shafiyah Azzahrah" diambil dari bahasa Arab berarti wanita berhati suci seperti bunga. Ayah yang membuatkan untukku, sulit sekali ejaannya! ya, aku yang punya nama pun merasa kesulitan. 
"Dulu ayah mempersiapkan ini jauh-jauh hari, memang sulit, ayah akui, karena nama ini dari ejaan arab. Yang jelas ayah senang sekali saat kamu terlahir dan ayah berharap kamu menjadi seperti namamu kelak" 
kata-kata yang dilontarkan ayah menggelitik hatiku dan membuatku enggan untuk protes lagi. 

Dokumen 2 : "Siswa Berprestasi TK Bakti Winongo"

Madiun, Januari, 2002. Menjadi anak pertama dan satu-satunya adalah faktor utama aku memperoleh sertifikat ini. Karena kerja keras ibu aku bisa membaca, menulis, bahkan mengaji saat aku berumur 4 tahun. Karena kebutulan ibu juga seorang guru TK maka ibu mengerti bagaimana mengasah motorik halus, kasar dan entah apa itu namanya *bahasa guru TK*, membiarkan aku mencoret-coret di sembarang tempat (bahkan tembok rumah menjadi kanvasku waktu itu), bermain pasir dan lumpur, menggunting kertas, dan bermain air. Dan hasilnya ketika aku masuk TK aku sudah lihai dengan hal-hal tersebut, mulai membaca, menulis, mengaji, mewarnai, mencocok, kolase, mengecap, dsb. Dan inilah sertifikat dan trophy pertama yang aku punya.

Dokumen 3 : "SKTB TK Bakti Winongo"

Madiun, Juni, 2002. Surat kelulusan pertamaku. 1,5 tahun cukup untuk menyudahi sekolah di TK. Teman-teman yang masih aku ingat, entah sekarang mereka ada dimana. Maya sahabat kecilku, Mawar yang paling cantik dan endel di kelas, Aat si cowok cool yang jago menggambar, Shintya yang selalu jadi lead dance waktu menari, dan banyak lainya. Dan 1 kejadian yang masih hangat di pikiranku yaitu ketika aku jatuh dari selucuran setinggi 3 meter yang membuat kepalaku bocor dan harus dilarikan ke UGD, membawa bekas luka petal di kepalaku sampai sekarang. 

Dulu, ibu selalu mengeluh karena aku terlalu manja dan cengeng. Mungking karena seharian penuh waktuku dihabiskan bersama ibu membuatku kesulitan untuk mandiri. Dan karena itulah aku masuk di MIT Bakti Ibu, satu-satunya sekolah "full day school" di Madiun, membuat waktuku lebih banyak tersita bersama teman-teman dan guru di sekolah dibandingkan dengan ibu di rumah.

Dokumen 4 : "Sertifikat Peserta Lomba Menggambar TELKOM"

Madiun, September 2002. Lomba pertama yang aku ikuti di jenjang Sekolah Dasar. Aku masih ingat waktu itu aku menangis gara-gara lupa membawa meja gambar, akhirnya ayah harus balik lagi ke rumah untuk membawakanku meja. Meskipun tidak menang, aku senang sekali waktu itu membawa pulang snack, marchandise, dan sebuah sertifikat "peserta"

Dokumen 5 : "Sertifikat Sempoa Buah Hati"

Bandung, Juni 2003. Aku lulus dari sempoa, dan itulah bekal aritmatika-ku sampai sekarang. Yaah, meskipun sekarang aku payah matematika. Tapi dalam urusan tambah, kurang, kali, bagi, aku masih menggunakan sempoa. Kadang karena angkanya yang rumit, sampai sekarang aku masih menggerak-gerakkan tanganku di depan wajah seolah-olah aku sedang menghitung dengan sempoa.

Dokumen 6 : "Piagam Penghargaan Jambore Nasional ke-3"

Yogyakarta, Agustus 2004. Kemah pertamaku, 3 hari berada jauh dengan orang tua bukan waktu yang singkat. Berangkat dengan 19 temanku lainya untuk mewakili sekolah mengikuti Jambore Nasional. 3 hari itu seperti latihan militer, capek sekali. Dan syukurlah kami membawa pulang 1 piala untuk sekolah "Juara 3 Pentas Seni"

Dokumen 7 : "Piagam Peserta - Pelatihan Sukses Menjadi Anak Muslim"

Madiun, Oktober 2005. 2 Hari mengikuti pelatihan bersama teman-teman sekolah islam lainya. Samar-samar memori ini, yang aku ingat hanya ketika aku hampir tenggelam di sungai waktu out bond di hari kedua.

Dokumen 8 : "Piagam Juara II Cerdas-Cermat Kota Madiun"

Madiun, Januari 2006. Lomba CC kedua yang aku ikuti, yang pertama dulu gugur di babak penyisihan. 1 tim bersama Fahmi (mahasiswa ITS sekarang) dan Aisyah (siswi SMA 3 sekarang). Yang paling menengangkan adalah saat babak final melawan tim dari MI Islamiyah dan MI Fathul Ulum. Syukurlah, meskipun tidak juara 1 tapi aku membawa pulang piagam dan thropy juara 2.

Dokumen 9 : "Sertifikat sebagai Kader Tiwisada Kota Madiun"

Madiun, Maret 2006. 2 Hari mengikuti pelatihan kader Tiwisada di Dinas Kesehatan. Aku dan 2 orang kakak kelasku mewakili sekolah untuk dilatih menjadi "Dokter Kecil". Disana aku diajari tentang kesehatan tubuh dan lingkungan, diberi materi tentang gizi dan penyakit, diajari bagaimana menggunakan tensi, stetoskop, mengukur tinggi dan berat badan dan masih banyak yang lainya. Waah, kalau ingat kaya gini jadi kangen pelajaran IPA, haha :D


bersambung ...

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites